LIP 4

1o Suggestions Sederhana Untuk Berbuat Baik Setiap Hari

Cara bergaul yang baik dengan teman sebaya adalah dengan selalu bersikap ramah dan murah senyum. Sering tersenyum akan memberi kesan bahwa kita adalah orang yang mudah didekati dan dapat diajak bicara. Selalu tersenyum juga merupakan ciri – ciri orang baik hati dan cara bergaul agar disenangi orang lain. Karena itulah usahakan untuk selalu tampak ramah, terbuka serta mudah didekati agar banyak orang yang ingin bergaul dengan kita. Dalam kehidupan kita harus bisa memperluas lingkup pergaulan.

Orang yang terarah kehidupannya akan lebih jauh dan lebih cepat prestasinya di dalam seluruh bidang kehidupan dibandingkan dengan yang tidak terarah. Integritas diri bukanlah sebatas apa yang kita lakukan, tetapi lebih banyak menunjukan siapa diri kita sesungguhnya. Menurut Billy Boen , image, reputasi atau nama baik adalah hal penting yang menjadi target seseorang yang ingin sukses dalam pekerjaan. Salah satu cara untuk menjaga nama baik adalah memperhatikan diri sendiri yang sesungguhnya. Tidak bermuka dua, artinya mengatakan satu hal kepada seseorang, lalu mengatakan hal yang bertolak belakang dengan apa yang dikatakan itu kepada orang lain.

Prinsip ini tidak hanya berlaku dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga berlaku dalam membina hubungan yang baik dengan orang lain. Entah itu hubungan dengan orang tua, anak, suami, istri, tetangga, saudara, rekan kerja, atasan, bawahan, pelanggan, supplier, atau associate bisnis. Ikhlas merupakan komitmen tertinggi yang seharusnya ditambatkan oleh setiap Mukmin dalam hatinya. Dengan karakter hati yang murni dan benar-benar tulus dalam beribadah kepada Allah, maka akan menjadikan seorang mukmin tidak mudah dibujuk rayu dan diprovokasi oleh setan. Karena itu, kita perlu belajar dan membiasakan diri untuk bisa menjadi orang yang ikhlas.

Mohandas Karamchand Gandhi,Seorang laki-laki tanpa kekayaan, tanpa barang-barang berharga. Sungguh betapa luar biasa prinsip hidup dan perjuangan Gandhi yang mampu menyatukan orang India dari berbagai kasta dan agama dengan konsep “satyagraha”, perlawanan tanpa kekerasan dengan keredahan hati. Sudah hal wajib dong, untuk membuat diri kita lebih produktif berbuat baik setiap hari, maka yang suatu hal yang penting adalah niat, karena dari niat yang ikhlas akan timbul ke konsistenan untuk melakukan kebaikan, jika tanpa niat rasanya sulit. Oleh karena itu, kesempatan kita untuk berbuat baik sama dengan orang lain. Namun, kebanyakan dari kita melewatkan kesempatan tersebut dan menunda-nunda dalam berbuat kebaikan. Setiap hari, kita diberi kesempatan untuk melakukan amalan-amalan terbaik kita.

Saya punya tunangan dan merencanakan menikah, saya domisili Kalimantan dan lelaki itu domisili Jawa. Karena saya sering membuat dia kecewa, dia dan keluarganya ingin saya mengurus surat pindah ke jawa ikut Tembak Ikan Terpercaya KK bude saya dan menikah di Jawa. Orang tua saya tidak setuju karena seharusnya akad di lakukan di Kalimantan. Saya sudah sangat yakin dengan lelaki itu karena saya tau dia dan keluarga nya sangat baik.

Hal ini akan membuatmu mengikhlaskan penolakan yang dilakukan orang lain saat akan melakukan hal baik. Tanpa dipaksa, berbuat baik pada orang lain sudah seharusnya menjadi kewajiban semua orang. Bukan hanya itu saja, idealnya perbuatan baik dilakukan dengan ikhlas dan tidak mengharapkan balasan.

Demikian juga ihsan bermuamalah dengan partner kerja yang menjadi bawahan atau anak buahnya dengan menjaga dan menahan kata-kata yang menyinggung perasaan bawahannya. Meskipun ia seorang pemimpin tidak lantas memboleh segala cara dalam bermuamalah dengan bawahannya. [newline]Tidak sedikit bawahan yang mengelur lantaran perilaku atasnnya yang tidak bisa dijadikan teladan, termasuk dalam sebuah organisasi. Memaafkan orang yang bersalah kepadamu bukan hanya membuat mereka terlepas dari rasa bersalah, tapi membuatmu semakin bersyukur karena kamu masih diberi kelapangan hati untuk memaafkan orang lain.

Menjadi orang yang selalu tulus dalam berbuat baik

Hal-hal duniawi dan perkara-perkara, yang dalam kondisi hidup manusia melampaui dunia ini, berhubungan erat sekali; dan Gereja memanfaatkan hal-hal duniawi sejauh dibutuhkan oleh perutusannya. Tetapi Gereja tidak menaruh harapannya atas hak-hak istimewa yang ditawarkan oleh pemerintah. Bahkan akan melepaskan penggunaan hak-hak tertentu yang diperolehnya secara sah, bila karena penggunaan ketulusan kesaksiaannya ternyata disangsikan, atau bila kondisi-kondisi kehidupan yang baru memerlukan pengaturan yang baru. Orang-orang, keluarga-keluarga dan pelbagai kelompok, yang bersama-sama membentuk masyarakat sipil, menyadari kurangnya kemampuan mereka untuk mewujudkan kehidupan yang sungguh manusiawi. Mereka memahami perlunya rukun hidup bersama yang lebih luas, yang memberi ruang kepada semua anggotanya, untuk dari hari ke hari menyumbangkan tenaga mereka sendiri demi semakin terwujudnya kesejahteraan umum. Oleh sebab itu mereka membentuk negara menurut pelbagai pola.